INDRAMAYU,//Terdiri dari15 aktivis yang tergabung dalam wadah PAKSI ( Pusat Advokasi dan Pekerja Seni Indramayu) Idaman menepati janjinya.
Selasa (10/3/2026) siang aktivis PAKSI Idaman sudah mulai melakukan aksi dengan mendirikan tenda di alun-alun Indramayu, tepatnya di halaman depan kantor Pendopo Indramayu.
Dalam Aksi yang terbilang ekstrim dan nekat ini rencananya di gelar selama 3 hari berturut-turut dari tanggal 10-13 Maret 2026.
“Kami sudah bulat, aksi unjuk rasa ini digelar selama 3 hari siang dan malam. Bagi peserta yang berpuasa, buka dan sahur di sini,” ungkap Kordinator Lapangan, (Korlap) aksi, Masdi.
Masih lanjut Masdi aksi ini juga secara terbuka mengajak masyarakat Indramayu untuk ikut bergabung menyuarakan kebobrokan kepemimpinan Lucky Hakim yang dinilai gagal menakhodai Indramayu.
Selain 15 aktivis yang tergabung dalam wadah PAKSI Idaman, aksi unjuk rasa juga akan dihadiri dalang wayang kulit yang dikabarkan bakal ikut demo di alun-alun pendopo, pada hari penutup (ketiga) untuk ritual ruwatan.
Kehadiran dalang tersebut di agendakan akan melakukan prosesi ruwatan untuk bermunajat membuang kesialan pada pemerintahan sekarang.
“Ruwatan adalah upacara adat yang bertujuan untuk menyucikan diri, membebaskan seseorang atau tempat dari kesialan, nasib buruk atau kutukan. Semoga dengan adanya ritual ruwatan, Indramayu ke depan bisa membaik, pemimpinnya akur,” jelas Masdi di lokasi tenda aksi.
Menurutnya, kehadiran dalang wayang kulit dan seniman dari berbagai latar belakang ini bertujuan sama dengan gerakan PAKSI Idaman yakni mengkritisi satu tahun kepemimpinan Lucky-Saefudin yang dinilai gagal dalam mengelola kepemerintahan di Indramayu.
Aksi 15 aktivis yang tergabung dalam wadah PAKSI Idaman sebagai bentuk kritik terhadap satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Indramayu.
Irsad aktivis dari WN 88 mengatakan, aksi diam dengan memasang tenda di area alun-alun yang berlangsung di depan Pendopo Indramayu ini sebagai bentuk tindakan protes atas buruknya kepemimpinan sekarang.
Sesuai surat pemberitahuan aksi yang ditujukan kepada Kapolres Indramayu tertanggal 4 Maret 2026 PAKSI Idaman akan menggelar aksi sebagai bentuk evaluasi terhadap satu tahun kepemimpinan Bupati Indramayu, Lucky Hakim.
“Aksi diam ini bukan hanya diam tapi untuk menyikapi satu tahun kinerja kepemimpinan Bupati Lucky Hakim yang menurut penilaian kami di nilai gagal. Janji ‘Beberes Indramayu’ menurut kami masih jauh dari harapan. Kami akan siang malam tidur makan disini,” ujar Irsad.
Menurut Irsad, selama aksi berlangsung para peserta akan diam diri di tenda alun-alun depan pendopo. Indramayu.
“Sebelum tuntutan dikabulkan, kami tetap terus disini. Kami yakin, di hari kedua dan ketiga akan banyak warga yang bergabung,” tegas Irsad.
Menurut Masdi, dalam tuntutannya, PAKSI Idaman juga menyuarakan agar Staf Khusus (Stafsus) Bupati, Salman Al-Farisi, meninggalkan Indramayu. Mereka dinilai keberadaan staf khusus tersebut menjadi sumber kegaduhan dalam pemerintahan saat ini.
Masdi menegaskan, masa kepemimpinan Bupati Lucky Hakim bersama Wakil Bupati Syaefudin telah genap satu tahun pada 20 Februari 2026. Namun menurutnya, hingga saat ini belum terlihat perubahan positif yang signifikan, bahkan sejumlah kebijakan dinilai belum berpihak kepada masyarakat.
Ia juga menyinggung sejumlah polemik yang terjadi selama setahun terakhir. Mulai dari sanksi magang di Kementerian Dalam Negeri yang dijatuhkan kepada Bupati Lucky setelah plesiran ke Jepang saat daerah tengah menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2025, hingga polemik mengenai sikap staf khusus bupati yang dinilai arogan dan memicu kegaduhan di kalangan birokrasi maupun masyarakat.
“Beberes Indramayu bagi kami masih sebatas impian. Banyak janji saat kampanye yang belum diwujudkan. Kondisi Indramayu justru dinilai semakin memprihatinkan, baik dari sisi infrastruktur maupun tata kelola birokrasi,” tegas Masdi.
Sebagai gambaran kegagalan, sampai sekarang masih banyak dinas yang dipimpin oleh pelaksana tugas atau rangkap jabatan. Padahal itu adalah salah satu janji politiknya saat debat publik Pilkada yang di dengar dan ditonton jutaan warga. Pihaknya juga menilai kondisi tesebut tidak lepas dari kuatnya pengaruh Stafsus Salman. Karena itu PAKSI mendesak agar Salman pergi dari Indramayu.
(S.prant)














Leave a Reply