NABIRE – Aparat gabungan TNI–Polri menggelar konferensi pers terkait perkembangan penegakan hukum terhadap target daftar pencarian orang (DPO) kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Senin (2/3/2026) pukul 16.00 WIT di Mapolres Nabire.
Konferensi pers dihadiri Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Dr. Gustav Robby Urbinas, Wapangops Habema Brigjen TNI Riyanto, Danrem 173/Praja Vira Braja Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda, jajaran Satgas Operasi Damai Cartenz 2026, serta Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu.
Operasi melibatkan Satgas Operasi Damai Cartenz dari Polri dan Satgas Rajawali Mambri dari TNI setelah aparat mendeteksi aktivitas kelompok bersenjata di wilayah Kali Nabarua yang diduga merencanakan gangguan keamanan.
Wakapolda Papua Tengah menjelaskan, penindakan dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: B/119/II/2026 Polres Nabire. Para pelaku yang masuk DPO dijerat Pasal 458 dan 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pembunuhan dan pembunuhan berencana dengan ancaman pidana hingga penjara seumur hidup.
Berdasarkan penyelidikan, kelompok yang dipimpin DPO berinisial AK berpindah dari Kimi menuju Nabarua dan mendirikan camp di area Kali Nabarua. Di lokasi itu, aparat menemukan aktivitas orang bersenjata, senjata api laras panjang, serta bangunan yang diduga menjadi markas.
Saat tim mendekati camp, terjadi kontak tembak antara aparat dan kelompok bersenjata. Aparat kemudian menguasai lokasi, sementara kelompok tersebut melarikan diri ke hutan dan masih dalam pengejaran.
Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan 561 butir amunisi berbagai kaliber, 10 magazen, 12 unit telepon genggam, 5 alat komunikasi, uang tunai puluhan juta rupiah, bendera, serta perlengkapan lainnya.
Sebagian barang bukti diduga merupakan hasil rampasan dari sejumlah kejadian sebelumnya, termasuk insiden di Lagari dan Kilometer 128 pada 2025. Aparat juga masih menelusuri asal-usul dana tunai yang ditemukan untuk mendalami jaringan dukungan logistik kelompok tersebut.
Dalam kontak tembak itu, satu anggota TNI mengalami luka akibat serpihan proyektil di betis kanan dan telah dievakuasi. Kondisinya dilaporkan stabil.
Aparat memastikan pengejaran terhadap para DPO masih terus dilakukan serta penyisiran di wilayah Kabupaten Nabire tetap dilanjutkan guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
(HMS/Syahrim)















Leave a Reply