EternityNews

AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF

WBP Lapas Kalianda Unjuk Karya di Lounge Imigrasi, Bukti Nyata Pembinaan Produktif

Kalianda,Upaya pembinaan kemandirian warga binaan terus diperkuat oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda. Salah satunya melalui pemajangan galeri produk hasil karya warga binaan pemasyarakatan (WBP) di area layanan keimigrasian atau Lounge Imigrasi Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kalianda, Selasa (31/3).

Langkah ini bukan sekadar pameran biasa. Galeri tersebut menjadi etalase nyata dari proses pembinaan yang selama ini berjalan di dalam lapas—menampilkan beragam produk hasil kreativitas dan keterampilan WBP yang telah diasah secara berkelanjutan.

Berbagai karya yang dipajang mencerminkan keseriusan program pembinaan kemandirian, mulai dari kerajinan tangan hingga produk bernilai guna lainnya. Kehadiran galeri ini sekaligus membuka ruang interaksi langsung antara masyarakat dengan hasil karya warga binaan, yang selama ini jarang terekspos secara luas.

Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menghadirkan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan mental, tetapi juga produktivitas.

“Kami ingin hasil karya warga binaan dapat dikenal oleh masyarakat luas. Ini bukan hanya soal produk, tetapi tentang memberi ruang dan kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan bahwa mereka mampu berubah dan berkarya,” ujarnya.

Lebih dari sekadar pajangan, galeri ini memiliki makna strategis. Selain menjadi sarana promosi, juga membuka peluang dukungan pasar terhadap produk WBP. Dengan demikian, hasil karya tersebut berpotensi memiliki nilai ekonomi yang dapat menunjang proses reintegrasi sosial warga binaan setelah bebas nanti.

Di sisi lain, kehadiran galeri di ruang publik seperti layanan imigrasi dinilai efektif dalam membangun persepsi positif masyarakat. Bahwa warga binaan bukanlah individu yang harus dijauhi, melainkan pribadi yang sedang menjalani proses pembinaan dan memiliki potensi untuk kembali berkontribusi.

Program ini menjadi cerminan pendekatan pemasyarakatan modern—yang tidak hanya menitikberatkan pada hukuman, tetapi juga pemberdayaan. Dengan mempertemukan hasil karya WBP dengan masyarakat, Lapas Kalianda berupaya menjembatani stigma sekaligus membuka jalan bagi masa depan yang lebih inklusif bagi para warga binaan.

(Hms/Syahrim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *