Lampung Selatan,Eternitynews.id.-Tumpukan sampah bambu yang menutupi aliran Sungai Way Pisang di wilayah Muara Badas, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, kini terlihat semakin parah. Dari pantauan di lokasi, Senin (29/12/2025) sekitar pukul 13.04 WIB, tumpukan bambu tampak menutup hampir seluruh badan sungai dengan panjang diperkirakan mencapai 30 meter.
Material bambu kering, ranting, dan kayu kecil saling bertautan membentuk bendungan alami yang menghambat laju air sungai. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius warga, mengingat Sungai Way Pisang merupakan jalur aliran utama yang bermuara ke wilayah persawahan dan permukiman sekitar.

Warga menyebutkan, asal-usul sampah bambu tersebut belum diketahui secara pasti. Namun diduga kuat berasal dari wilayah hulu yang terbawa arus saat hujan deras. Jika debit air meningkat, tumpukan ini berpotensi menyebabkan luapan air secara tiba-tiba.
“Kalau air besar, bambu-bambu ini bisa jadi bendungan. Dampaknya bisa ke sawah dan rumah warga,” ujar Herman Kebat seorang warga setempat.
Selain menghambat aliran air, tumpukan bambu juga berisiko mempercepat abrasi bantaran sungai serta menjadi perangkap sampah lain, yang dapat memperparah pendangkalan sungai.
Warga mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup serta BPBD Lampung Selatan, agar segera turun tangan melakukan pembersihan. Mereka menilai penanganan darurat sangat dibutuhkan sebelum curah hujan meningkat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat adanya aktivitas pembersihan maupun pernyataan resmi dari pihak terkait.
Wakil Kepala Biro Lam Sel(Syahrim)
















Leave a Reply