EternityNews

AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF

Tanggul Kali Pisang Jebol Lagi, Petani Suka Mulya Jadi Korban: Diduga Lemah Perawatan dan Pembiaran Bertahun-tahun

Palas Lampung Selatan – Eternitynews.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kuningan, Desa Suka Mulya, kembali membuka luka lama persoalan tanggul Kali Pisang. Pada pagi hari ini, tanggul sungai tersebut jebol, menyebabkan areal persawahan warga terendam banjir, termasuk padi yang baru berusia satu bulan atau baru selesai masa tanam.sabtu 3/1/2026

Peristiwa ini bukan sekadar bencana alam. Sejumlah warga dan petani menduga kuat jebolnya tanggul dipicu lemahnya perawatan serta pembiaran kondisi tanggul yang sudah lama rapuh. Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, struktur tanggul di titik tersebut tidak pernah diperkuat secara permanen, meski kerap tergerus setiap musim hujan.

Akibat jebolnya tanggul, luapan air Kali Pisang langsung menghantam lahan pertanian produktif. Tanaman padi yang baru ditanam satu bulan lalu kini terendam penuh, menimbulkan kekhawatiran akan gagal panen dan kerugian ekonomi bagi petani kecil.

“Ini bukan pertama kali air naik. Setiap hujan besar kami sudah waswas, tapi tidak pernah ada perbaikan serius,” ungkap salah satu petani Rhadin pada media ini dilapangan.

Ironisnya, hingga beberapa jam pascakejadian, belum tampak penanganan darurat dari pihak terkait. Tidak ada bronjong, tanggul sementara, ataupun alat berat di lokasi. Warga hanya bisa berjibaku menyelamatkan sisa tanaman dengan peralatan seadanya.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius:

Siapa yang bertanggung jawab atas pengawasan dan perawatan tanggul Kali Pisang ?
Apakah anggaran pemeliharaan sungai benar-benar berjalan, atau hanya tercatat di atas kertas?

Jika hujan kembali turun dan tanggul tidak segera ditangani, luapan susulan berpotensi memperluas genangan, bukan hanya ke sawah, tetapi juga ke permukiman warga.

Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan instansi teknis, bahwa kegagalan menjaga infrastruktur pengendali banjir akan selalu berujung pada petani sebagai korban utama.

(Wakil Kepala Biro Lam – Sel ; Syahrim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *