Jakarta – Di tengah semangat melestarikan sejarah bangsa, Sekjen Palasara Indonesia, Andi Fahri Makkasau, menyerukan pentingnya literasi sebagai kunci untuk memahami dan menghidupkan kembali peradaban.

“Di Palasara Indonesia, kita tidak cukup hanya mengenakan JAS MERAH, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Kita juga harus mengenakan JAS KULIT, Jangan Sekali-kali Kurang Literasi,” tegas Andi Fahri Makkasau.
Menurutnya, sejarah tanpa literasi hanyalah kenangan. Namun, sejarah yang dibaca, ditulis, diteliti, dan disebarluaskan akan menjelma menjadi peradaban yang hidup dan relevan.
“Palasara tidak boleh hanya menjadi kumpulan orang yang mengaku cinta adat, tetapi harus menjadi barisan pamong budaya yang memahami akar, menelusuri naskah, membaca lontaraq, arsip kolonial, hikayat lisan, dan menuliskannya kembali menjadi ilmu yang hidup,” jelasnya.
Andi Fahri Makkasau menekankan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Literasi adalah kemampuan menyaring sejarah dari mitos, memisahkan fakta dari dongeng, dan mengangkat kearifan lokal menjadi narasi besar peradaban.
“Seorang Pamong Budaya yang tidak membaca akan mudah terjebak dalam kebanggaan kosong. Tetapi seorang Pamong Budaya yang berliterasi akan berdiri tegak sebagai penjaga marwah dan jati diri bangsanya,” ujarnya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Palasara Publisher Heritage hadir sebagai benteng kebudayaan. Melalui novel sejarah, bunga rampai, biografi tokoh adat, dan kisah kerajaan-kerajaan Nusantara, Palasara Publisher Heritage berupaya membangun ingatan kolektif bangsa dalam bentuk yang bisa dibaca lintas generasi.
“Sejarah yang tidak ditulis akan hilang. Sejarah yang tidak diterbitkan akan dikubur. Tetapi sejarah yang dibukukan akan menjadi obor peradaban,” tegas Andi Fahri Makkasau.
Andi Fahri Makkasau mengajak seluruh Keluarga Besar Palasara untuk mengenakan dua jas kebanggaan:
- 🟥 JAS MERAH, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah
- 📚 JAS KULIT, Jangan Sekali-kali Kurang Literasi
“Dengan dua jas inilah kita melangkah di garda terdepan pelestarian adat dan pemajuan kebudayaan. Dan Insya Allah, melalui Palasara Publisher Heritage, kisah-kisah agung leluhur Sulawesi dan Nusantara akan hidup kembali dalam halaman-halaman yang abadi,” pungkasnya.
Ka biro Gowa Rusli Moenta
















Leave a Reply