EternityNews

AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF

Ketua Fraksi PKB DPRD KBB Dorong Koperasi Alumni SMPN 1 Cisarua Jadi Penggerak Ekonomi Mandiri

Kabupaten Bandung Barat  -Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat dari Fraksi PKB, H. Ade Wawan, menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (P3D) di Kantor Sekretariat Koperasi Alumni SMP Negeri 1 Cisarua, yang berlokasi di Jalan Kolonel Masturi RW 01, Kampung Cibadak, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur pengurus koperasi, pengawas, para pendiri koperasi, kepala sekolah SMPN 1 Cisarua, pengurus Ikatan Alumni (IKA), komite sekolah, anggota koperasi, hingga pendamping koperasi dari Kementerian Koperasi Republik Indonesia yang kebetulan tengah melakukan observasi terhadap Koperasi Konsumen NECIS Bandung Barat.

Dalam pertemuan tersebut, H. Ade Wawan menegaskan pentingnya penguatan tata kelola koperasi sebagai salah satu fondasi ekonomi kerakyatan yang harus terus dikembangkan di tengah masyarakat. Ia menyampaikan materi terkait Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2023 tentang Perlindungan dan Pembinaan Koperasi sebagai landasan hukum bagi pengurus koperasi dalam menjalankan organisasi secara sehat, profesional, dan berkelanjutan.
Menurut Ade Wawan, keberadaan koperasi tidak hanya menjadi wadah usaha bersama, tetapi juga sarana membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui prinsip gotong royong dan kebersamaan.

“Koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Pengurus harus amanah, solid, serta mampu membangun kepercayaan anggota melalui pengelolaan yang transparan dan profesional,” ujar Ade Wawan di hadapan peserta kegiatan.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan Koperasi Alumni SMPN 1 Cisarua yang dinilai menunjukkan kemajuan signifikan meski baru berdiri kurang lebih delapan bulan sejak September 2025. Menurutnya, semangat para pengurus dan anggota menjadi modal utama dalam membangun koperasi yang sehat dan produktif.

“Secara administrasi sudah cukup baik, manajemen keuangan juga tersusun rapi, dan neraca keuangan berjalan dengan tertib. Ini menjadi modal penting agar koperasi bisa berkembang lebih besar,” katanya.

Dalam arahannya, Ade Wawan juga mengingatkan agar koperasi tidak terburu-buru menjalankan usaha simpan pinjam sebelum memiliki sistem pengawasan dan kesiapan manajemen yang matang. Ia menilai banyak koperasi bermasalah karena lemahnya pengawasan dan tata kelola di sektor tersebut. Sebagai langkah awal, ia menyarankan agar koperasi fokus terlebih dahulu pada sektor usaha riil seperti perdagangan, pertanian, peternakan, dan jasa yang dinilai lebih aman serta memiliki potensi besar untuk dikembangkan oleh anggota.

“Kita belajar dari banyak kasus koperasi bermasalah. Karena itu, lebih baik memperkuat usaha riil terlebih dahulu sebelum masuk ke usaha simpan pinjam,” tegasnya.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penjualan sembako bagi anggota dan pengurus koperasi sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi anggota secara langsung.
Di akhir kegiatan, H. Ade Wawan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat berkoperasi sebagai kekuatan ekonomi berbasis kebersamaan.
“Mari hidupkan usaha melalui koperasi, karena azas koperasi adalah gotong royong dan prinsip memajukan anggota, dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota,” pungkasnya.

Dudy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *