EternityNews

AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF

Lampung Selatan Berduka, Dua Pelajar Meninggal Saat Bermain di Laut

LAMPUNG SELATAN,Eternitynews.id Suasana duka menyelimuti keluarga dua pelajar yang dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di Pantai Labuhan, Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (17/5/2026) sore. Kedua korban diduga terseret ombak besar saat mandi bersama enam rekannya di kawasan pantai yang tidak memiliki pengawasan keselamatan.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar sore hari ketika para korban bersama teman-temannya bermain air di laut dengan jarak kurang lebih 50 meter dari bibir pantai. Awalnya suasana terlihat normal, namun secara tiba-tiba ombak besar datang menghantam area tempat mereka mandi dan menyeret dua korban ke tengah laut.

Rekan-rekan korban yang panik langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Informasi kejadian itu kemudian diteruskan kepada aparat kepolisian dari Polsek Sidomulyo dan Polres Lampung Selatan untuk dilakukan upaya pencarian.

Petugas kepolisian bersama nelayan setempat bergerak cepat menyisir lokasi kejadian menggunakan perahu tradisional dan pencarian manual di sepanjang garis pantai. Setelah beberapa jam dilakukan pencarian di tengah kondisi laut yang cukup gelap dan ombak yang masih tinggi, kedua korban akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia.

Adapun identitas korban diketahui bernama Zahrif Nibras Bacusta (20), seorang pelajar asal Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, serta Yeriko Sagala (19), pelajar asal Desa Rejomulyo, Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara.

Usai ditemukan, kedua korban langsung dievakuasi menuju Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo untuk penanganan lebih lanjut. Kepala Puskesmas Sidomulyo, Putri Handayani, membenarkan adanya dua korban tenggelam yang dibawa ke fasilitas kesehatan tersebut.

“Benar, korban diantar ke sini sekitar pukul 19.30 WIB dalam keadaan sudah meninggal dunia. Satu korban asal Ketapang sudah diantar menggunakan ambulans puskesmas, sementara satu korban lagi asal Lampung Utara masih menunggu keluarga datang,” ujar Putri saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Sementara itu, Camat Sidomulyo, Fran Sinatra Adung, turut menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pantai, khususnya di lokasi yang bukan area wisata resmi dan tidak memiliki pengawasan petugas keselamatan.

“Kalau mandi di tempat yang tidak ada pengawasan tentu berbahaya. Apalagi kalau sudah sore, sebaiknya jangan mandi di laut,” tegasnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat penting bagi masyarakat mengenai bahaya ombak pantai selatan yang dapat berubah sewaktu-waktu. Minimnya pengawasan, kurangnya rambu peringatan, serta kebiasaan mandi di laut saat sore hari dinilai menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan laut.

Warga sekitar berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat meningkatkan edukasi keselamatan pantai serta memasang tanda peringatan di sejumlah titik rawan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

(Syahrim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *