MUARADUA, 8 Mei 2026 – Tak hanya duduk di balik meja. Kepala Dinas Sosial OKU Selatan Inada, S.Pd., M.M. turun langsung mengawal program-program kerakyatan. Dari Sensus Ekonomi 2026 hingga penyaluran bansos, Inada pastikan data warga miskin dan pelaku usaha tercatat akurat.
“Kalau data tidak benar, bantuan pasti salah sasaran. Itu yang kami hindari,” tegas Inada saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (8/5/2026).
Di bawah komando Bupati Abusama dan Wabup Misnadi, Dinsos OKUS kini jadi ujung tombak validasi data. Inada menyebut, Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Mei-Agustus adalah momentum emas. Semua usaha warga, dari warung kopi sampai pengrajin di desa, harus masuk radar.
“Petugas kami sudah dilatih. Mereka akan datangi rumah ke rumah. Warga tinggal jawab jujur. Data ini bukan untuk pajak, tapi untuk pastikan program pemerintah sampai ke yang berhak,” jelas Inada.
Inada mengakui, tantangan terbesar adalah warga di pelosok yang belum melek digital. Solusinya: jemput bola. Tim Dinsos bersama BPS akan sisir 19 kecamatan di OKUS.
“Jangan takut, jangan malu. Mau usaha kecil, belum ada izin, tetap kami data. Justru dari data itu nanti kita dorong dapat bantuan modal, pelatihan, sampai akses pasar,” ujarnya.
Kadinsos bergelar magister manajemen ini juga mengingatkan warga agar tidak percaya calo bansos. “Semua layanan Dinsos gratis. Kalau ada yang minta uang, lapor ke kami.”
Bagi Inada, kerja Dinsos bukan sekadar bagi-bagi bantuan. Tapi memastikan keadilan sosial. Sensus Ekonomi 2026 jadi pijakan agar OKU Selatan Berjaya bukan cuma slogan.
“Target kita satu: tidak ada warga miskin yang terlewat, tidak ada UMKM yang tak terbina. Semua dimulai dari data yang benar,” tutupnya.
Romy Batara 94












Leave a Reply