Lampung Selatan,Eternitynews.id
Polsek Palas, Polres Lampung Selatan, menggelar kegiatan silaturahmi bertajuk Sabuk Kamtibmas bersama tokoh masyarakat dan warga Dusun 3, Desa Bangunan, Sabtu (25/4/2026) malam. Kegiatan berlangsung di Pendopo Polsek Palas mulai pukul 20.00 hingga 21.00 WIB, dipimpin langsung Kapolsek Palas IPTU Suyitno, SH, bersama jajaran personel.
Dalam sambutannya, IPTU Suyitno menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di lingkungan sekitar mako Polsek. Ia menyampaikan bahwa stabilitas kamtibmas tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Sebagai langkah konkret, Polsek Palas akan membagikan kentongan kepada perwakilan warga. Kentongan tersebut difungsikan sebagai sarana komunikasi cepat dalam situasi darurat, sekaligus menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan berbasis kearifan lokal.
Kapolsek juga secara tidak langsung menekankan bahwa keberadaan Polsek di Dusun 3 Desa Bangunan harus didukung penuh oleh partisipasi masyarakat. Tanpa keterlibatan warga, upaya pencegahan gangguan keamanan dinilai tidak akan berjalan maksimal.
Perwakilan tokoh masyarakat, Zulkifli Zen yang akrab disapa Bang Fi, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menyatakan kesiapan warga untuk mendukung program kepolisian serta menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.
Warga Dusun 3 juga berkomitmen untuk mengoptimalkan penggunaan kentongan serta bergabung dalam grup komunikasi Sabuk Kamtibmas yang dibentuk dalam kegiatan tersebut. Grup ini diharapkan menjadi sarana koordinasi cepat antarwarga dan pihak kepolisian dalam merespons potensi gangguan keamanan.
Pendalaman
Program Sabuk Kamtibmas yang dijalankan Polsek Palas mencerminkan pendekatan preventif dalam menjaga keamanan wilayah. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, kepolisian berupaya membangun sistem deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas.
Penggunaan kentongan sebagai alat komunikasi darurat menjadi langkah sederhana namun efektif, terutama di wilayah yang belum sepenuhnya mengandalkan teknologi digital. Di sisi lain, pembentukan grup komunikasi menunjukkan adaptasi terhadap perkembangan zaman, menggabungkan metode tradisional dan modern dalam satu sistem keamanan terpadu.
Namun demikian, efektivitas program ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan di lapangan. Partisipasi aktif warga serta pendampingan berkelanjutan dari aparat menjadi kunci utama agar Sabuk Kamtibmas tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan benar-benar menjadi gerakan kolektif dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
(Syahrim)












Leave a Reply