INDRAMAYU – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, justru menuai polemik. Masyarakat mengeluhkan kualitas makanan yang diduga tidak higienis dan jauh dari standar makanan bergizi. Slogan “Bergizi dan Gratis” dinilai hanya menjadi jargon semata.

Selain soal kualitas makanan, tercium aroma tak sedap mengenai adanya “pengondisian” oleh oknum-oknum tertentu dalam suplai bahan pokok. Praktik ini diduga dilakukan demi meraup keuntungan pribadi dengan mengorbankan kualitas bahan makanan yang diterima oleh masyarakat.
Sekretaris Jenderal Forum Perjuangan Wartawan Indramayu (FPWI), Tomi Susanto, menegaskan tidak akan tinggal diam melihat uang rakyat dijadikan bahan permainan. Ia akan menginstruksikan seluruh anggota forum yang merupakan jurnalis dari berbagai media untuk turun ke lapangan melakukan investigasi mendalam.
Tomi menekankan bahwa FPWI akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Jika dalam investigasi ditemukan bukti kuat adanya penyimpangan, baik secara kualitas maupun administratif, pihaknya tidak akan segan untuk menyeret temuan tersebut ke ranah hukum.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Indramayu masih menunggu langkah nyata dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengevaluasi kinerja SPPG serta menjamin program MBG kembali ke tujuan awalnya: menyehatkan gizi rakyat, bukan mengenyangkan kantong oknum. Diketahui belum lama ini ada salah satu SPPG di wilayah kecamatan Krangkeng yang ditutup sementara akibat diduga terdapat kecurangan.
S.prant














Leave a Reply