Kab bandung barat eternitynews.id
Kabupaten Bandung Barat (KBB) – Isu pembangunan aula Desa Mandalamukti yang disebut mangkrak akhirnya mendapat klarifikasi langsung dari Kepala Desa Mandalamukti, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Riqi Cholqia Tamam. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai fakta dan sarat kekeliruan.
Klarifikasi tersebut disampaikan Riqi pada Minggu (10/1/2026) di Aula Desa Mandalamukti. Ia menilai pemberitaan yang menyebut pembangunan aula mangkrak terkesan sepihak dan tidak memenuhi kaidah jurnalistik karena tidak disertai konfirmasi kepada pemerintah desa.
“Tidak pernah ada konfirmasi kepada kami. Baik saya, sekretaris desa, maupun aparatur desa tidak pernah dihubungi,” ujar Riqi dengan nada tegas.
Riqi juga mengungkapkan sejumlah kesalahan mendasar dalam pemberitaan tersebut, mulai dari penulisan nama kepala desa yang keliru hingga kesalahan tahun pemberitaan. Dalam berita itu, namanya ditulis Riki S.IP, padahal yang benar adalah Riqi Cholqia Tamam. Bahkan, tanggal yang dicantumkan tertulis 9 Januari 2025, bukan 2026.
“Kesalahan elementer seperti ini menunjukkan bahwa berita tersebut tidak disusun berdasarkan verifikasi fakta,” katanya.
Terkait pembangunan aula desa, Riqi menjelaskan bahwa proyek tersebut bersumber dari Dana Desa dengan total pagu anggaran sebesar Rp84.400.000. Anggaran itu dialokasikan untuk:
Biaya Umum (7,5%) sebesar Rp6.330.000
Pajak (12,5%) sebesar Rp10.550.000
Belanja Modal sebesar Rp67.520.000
Ia menegaskan bahwa pembangunan belum selesai sepenuhnya bukan karena mangkrak, melainkan akibat keterbatasan anggaran. Pembangunan aula merupakan program bertahap dan berkelanjutan yang akan dilanjutkan sesuai kemampuan keuangan desa.
“Tidak ada proyek yang ditinggalkan. Semua berjalan sesuai tahapan dan perencanaan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Riqi menyayangkan munculnya opini publik yang terbentuk akibat pemberitaan yang tidak akurat. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa selalu terbuka terhadap pengawasan, namun harus dilandasi data dan komunikasi yang benar.
Sebagai penutup, Riqi berharap media yang memuat pemberitaan tersebut segera melakukan ralat dan klarifikasi, agar informasi yang disampaikan kepada publik tidak menyesatkan.
“Kami siap dikritik, tapi harus berdasarkan fakta dan etika jurnalistik,” pungkasnya.
Dudy















Leave a Reply