EternityNews

AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF

TANAM, RAWAT, PANEN: LAPAS MUARADUA WUJUDKAN KEMANDIRIAN PANGAN, BEKAL HIDUP WARGA BINAAN

MUARADUA, 8 Oktober 2026

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muaradua membuktikan bahwa di balik tembok pembatas, semangat berkarya tidak pernah padam. Hari ini, warga binaan memanen hasil jerih payah mereka sendiri: rimbunnya kangkung dan terong yang tumbuh subur di lahan budidaya lingkungan lembaga, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan panen ini dipimpin langsung oleh Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja, Hasan Basri. Ia menyaksikan sendiri bagaimana warga binaan turun ke ladang, memetik hasil tanaman yang sejak masa penanaman dirawat dengan ketelatenan penuh — menyiram, memberi pupuk, hingga menjaga pertumbuhannya hari demi hari. Bukan sekadar menanam sayur, mereka menanam harapan dan keterampilan nyata.

Kepala Lapas Kelas IIB Muaradua, Hero Sulistiyono, menegaskan bahwa program ini jauh melampaui sekadar menghasilkan sayuran. Ini adalah sekolah kehidupan: warga binaan dibekali kemampuan yang kelak menjadi bekal penghidupan saat kembali ke masyarakat.

“Kami tidak hanya mengajarkan mereka menanam. Mereka belajar bertanggung jawab, sabar merawat, hingga memetik hasil kerja keras sendiri. Keterampilan bertani ini bisa menjadi modal mandiri saat mereka kembali ke keluarga dan lingkungan. Pulang bukan sebagai beban, melainkan pribadi yang mampu berkarya,” ujar Kalapas Hero Sulistiyono.

Proses budidaya kangkung dan terong ini dilakukan secara bertahap dan terarah. Warga binaan didampingi petugas dalam setiap tahap: persiapan lahan, penanaman bibit, perawatan rutin, hingga pemanenan. Hasil panen yang melimpah ini selanjutnya akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan harian di lingkungan Lapas, sekaligus memperkuat program ketahanan pangan yang sedang digalakkan.

Program pembinaan kemandirian melalui pertanian ini menjadi bukti bahwa perbaikan diri bisa dimulai dari hal-hal sederhana namun bermakna. Setiap helai daun kangkung yang dipetik, setiap buah terong yang matang, adalah simbol perubahan: dari keterbatasan menuju kemandirian.

Ladang kecil di lingkungan Lapas bukan sekadar lahan bertanam. Ia adalah tempat di mana masa depan yang lebih baik mulai tumbuh — satu tanaman, satu keterampilan, satu harapan pada satu waktu.

Penulis
Romy Batara 94

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *