OKU SELATAN
Muaradua, 18/06/2026 – Garis polisi dibentangkan. Sarung tangan latex dipakai. Kamera forensik siap. Kamis pagi, halaman Satreskrim Polres OKU Selatan berubah jadi “panggung ujian” para polisi. Di sinilah Polres OKU Selatan menggelar Lomba Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara – TPTKP, dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.

Bukan lomba biasa. Ini tarung skill. Siapa paling teliti mengamankan jejak, mengamankan barang bukti, dan mengolah TKP sesuai SOP, dialah yang terbaik.

Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redy Hartana buka langsung lomba ini. Turut hadir Wakapolres, Kabag, Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, Kasi Humas, Kanit PPA, Kapolsek jajaran, dan seluruh personel.
Di depan peserta, Kapolres lempar kalimat keras:
“TPTKP adalah garda terdepan pengungkapan kasus. Salah langkah kecil saat pertama tiba di TKP, akibatnya fatal. Barang bukti hilang, jejak pelaku terkontaminasi, arah penyidikan kabur. Kasus bisa gagal total di langkah pertama.”
Makanya lomba ini digelar. Tujuannya satu: bikin otot teknis anggota makin kuat di lapangan.
Bhayangkara ke-80 bukan cuma pesta. Bagi Kapolres, ini momen muhasabah institusi.
“Usia 80 tahun bukti perjalanan panjang pengabdian Polri ke bangsa. Momentum ini bukan sekadar seremonial, tapi saat tepat refleksi dan naikkan kualitas pengabdian,” tegas AKBP Redy.
Dan bentuk nyata “naikkan kualitas” itu dimulai dari sini: penguatan kompetensi anggota di TKP. Sejalan dengan program prioritas Kapolri: SDM Polri yang Presisi – Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan.
Lomba ini dorong peserta pakai Scientific Crime Investigation. Artinya, penyidikan berbasis ilmiah dimulai dari detik pertama kaki injak TKP.
Pesan Kapolres ke peserta: junjung sportivitas + integritas. Kecepatan boleh, tapi ketepatan wajib. “Tindakan cepat tanpa SOP sama saja merusak barang bukti sendiri,” ingatnya.
Ke juri: nilai objektif, jujur, transparan. Ke peserta: jadikan hasil lomba sebagai cermin evaluasi diri.
Lewat lomba ini, Polres OKU Selatan tunjukkan komitmennya. Profesionalisme anggota dikuatkan, kualitas penegakan hukum dijaga biar modern, presisi, dan dipercaya masyarakat.
Karena di dunia penyidikan, semua bermula dari langkah pertama. Dan langkah pertama yang benar, lahir dari latihan seperti ini.
Romy Batara 94












Leave a Reply