EternityNews

AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF

Dua Hari Berturut-turut Tuai Sorotan, Menu MBG di SDN 1 Bangunan Di Sajikan Ayam dan Pisang Belum Layak Konsumsi

LAMPUNG SELATAN,Eternitynews.id Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bangunan kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya menu ayam yang disajikan kepada siswa SDN 1 Bangunan diduga masih mentah, pada hari berikutnya para siswa kembali menerima buah pisang yang dinilai belum matang sempurna. Kejadian yang terjadi dalam dua hari berturut-turut itu memicu kritik dari masyarakat dan orang tua siswa.

Persoalan tersebut menimbulkan pertanyaan serius terkait kualitas pengelolaan makanan dalam program yang digagas untuk meningkatkan gizi anak sekolah. Warga menilai kejadian berulang dalam waktu singkat menunjukkan adanya kelemahan dalam proses seleksi bahan baku, pengolahan makanan, hingga pengawasan sebelum makanan didistribusikan kepada peserta didik.

Ketua Pemuda Desa 02 Bangunan, Wawan Gunawan, mengaku prihatin atas temuan tersebut. Menurutnya, penyajian ayam yang diduga belum matang dan pisang yang belum layak konsumsi tidak dapat dianggap sebagai kesalahan teknis biasa. Ia menilai ada persoalan mendasar yang harus segera dibenahi oleh pihak pengelola program.

“Ini keteledoran atau kesengajaan? Masa anak sekolah diberi menu ayam mentah dan besoknya malah mendapat pisang mentah. Hal seperti ini tidak boleh terus terjadi karena menyangkut kesehatan anak-anak,” tegas Wawan, Minggu (7/6/2026).

Ia mendesak tim pengawas Program MBG untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap operasional SPPG Bangunan. Menurutnya, evaluasi harus dilakukan mulai dari manajemen dapur, standar pengolahan makanan, hingga sistem kontrol kualitas agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Tim pengawas MBG harus turun langsung ke lapangan. Jika memang pengelola tidak mampu menjalankan tugas sesuai standar yang ditetapkan, maka perlu ada langkah tegas. Jangan sampai program Presiden yang bertujuan baik justru kehilangan kepercayaan masyarakat akibat lemahnya pengawasan,” ujarnya.

Kekecewaan juga disampaikan sejumlah wali murid yang menilai kualitas makanan dalam program MBG seharusnya menjadi prioritas utama. Mereka menegaskan bahwa makanan yang diberikan kepada siswa harus benar-benar aman, sehat, dan layak konsumsi karena berkaitan langsung dengan tumbuh kembang serta keselamatan anak-anak di lingkungan sekolah.

Masyarakat kini berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan investigasi serta evaluasi menyeluruh terhadap kinerja SPPG Bangunan. Mulai dari pengadaan bahan baku, proses memasak, penyimpanan makanan, hingga distribusi ke sekolah diminta diperiksa secara ketat. Warga juga meminta adanya sanksi tegas apabila ditemukan kelalaian yang berulang, agar tujuan Program Makan Bergizi Gratis benar-benar mampu memberikan manfaat bagi siswa, bukan justru menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

(Syrm/Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *