EternityNews

AKTUAL FAKTUAL EDUKATIF

BAKTI BHAYANGKARA KE-80: POLRES OKU SELATAN BEDAH RUMAH LANSIA DI HANGKUSA

MUARADUA

Menjelang Hari Bhayangkara ke-80, Polres Ogan Komering Ulu Selatan memilih bakti, bukan seremoni. Senin 2 Juni 2026, program bedah rumah resmi digulirkan di Desa Hangkusa, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah.

Sasarannya adalah kediaman Ibu Sopiah, lansia 65 tahun yang selama ini tinggal di rumah berukuran 4 x 9 meter dengan kondisi memprihatinkan. Kini, rumah itu dibongkar untuk dibangun ulang menjadi hunian yang aman, sehat, dan layak.

Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana, S.H., S.I.K., M.I.K. turun langsung memimpin peletakan batu pertama. Ia didampingi Kasat Binmas, Kasi Humas, Kasat Lantas, dan Kapolsek Banding Agung. Kepala Desa Hangkusa beserta perangkat desa turut hadir menyaksikan dimulainya pembangunan.

Cangkul pertama diayun. Batu pertama ditanam. Simbol bahwa Polri hadir bukan sekadar menjaga, tapi juga membangun.

“Melalui momentum menyambut HUT Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam penegakan hukum dan menjaga keamanan, tetapi juga membawa manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas AKBP I Made Redi Hartana.

Rumah Ibu Sopiah yang lama berdinding papan dan beratap rapuh kini direnovasi total. Ukuran 4 x 9 meter tetap dipertahankan, namun struktur, lantai, dinding, dan atap diganti agar lebih kokoh. Tujuannya jelas: lansia itu bisa tinggal dengan nyaman tanpa takut bocor saat hujan atau roboh diterpa angin.

Bagi Ibu Sopiah, bantuan ini lebih dari sekadar semen dan bata. “Saya tidak bisa ngomong apa-apa lagi selain terima kasih. Saya sudah tua, tidak sanggup benerin rumah. Bantuan dari Pak Polisi ini harapan baru buat saya,” ucapnya lirih menahan haru.

Langkah Polres OKU Selatan menuai apresiasi warga Hangkusa. Program bedah rumah dinilai sebagai bukti nyata Polri semakin dekat, mengayomi, dan peduli pada kondisi sosial di tingkat desa.

Di usia ke-80, Bhayangkara tak lagi identik dengan seragam dan senjata. Wajah humanis itu terlihat di Desa Hangkusa: polisi memegang cangkul, bukan borgol. Membangun rumah, bukan sekadar menangkap pelanggar hukum.

Program ini sekaligus jadi pengingat bahwa keamanan sejati lahir dari kesejahteraan. Saat rakyat merasa dilindungi dan dipedulikan, kepercayaan pada institusi tumbuh.

Romy Batara 94

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *